Rabu, 29 Oktober 2014

Dreamhome Database


Nama                    : Jehan Nabilah
NPM                      : 1D3 14 281
Kelas                     : 1TA04

Dreamhome Database

Registration
Client No
Branch No
Staff No
Date-joined
CR 56
B003
SG 37
11/04/2000
CR 74
B003
SG 37
16/11/1999
CR 76
B005
SL 41
02/01/2001
CR62
B007
SA 9
07/03/2000

Viewing
Client No
Property No
View - Date
Comment
CR 56
PA 14
24/03/2001
Too small
CR 56
PG 4
26/05/2001
-
CR 56
PG 36
28/04/2001
-
CR 62
PA 14
14/05/2001
No dining room
CR 76
PG 4
20/04/2001
Too remote

Client
Client No
F Name
L Name
Telephone No
Pref Type
Max Rent
CR 56
Aline
Steward
0141-848-1825
Flat
350
CR 62
Mary
Tregear
0122-419-6720
Flat
600
CR 74
Mike
Ritchie
0147-539-2178
Home
750
CR 76
John
Ray
0807-774-5632
Flat
425

Client
Private Owner
F Name
L Name
Address
Telephone No
CO 40
Tina
Murphy
63 Well St. Glasgow G42
0141-943-1728
CO 46
Joe
Leogh
2 Fergus Dr. Aberdieen AB275X
0122-486-1212
CO 87
Carol
Farrel
6 Achray St. Glasgow G329DX
0141-357-7419
CO 93
Tony
Shaw
11 Park PI. Glasgow G40QR
0141-225-7025

Property For Rent
Property No
Street
City
Post Code
Type
Rooms
Rent
Owner No
Staff No
Branch No
PA 14
16 Holhead
Abeerdeen
AB7550
Home
6
650
CO 46
SA 9
B007
PG 4
6 Lawrence St.
Glasgow
Gll 9QX
Flat
3
350
CO 40
-
B003
PG 16
5 Novar Dr.
Glasgow
G129AX
Flat
4
450
CO 93
SG 14
B003
PG 21
18 Dale Rd.
Glasgow
G12
Home
5
600
CO 87
SG 37
B003
PG 36
2 Manor Rd.
Glasgow
G32 4QX
Flat
3
375
CO 93
SG 37
B003
PL 94
6 Argxllst
Condon
NW 2
Flat
4
400
CO 87
SL 41
B005

Branch
Branch No
Street
City
Post Code
B002
56 Clover Dr.
London
NW10 6EU
B003
163 Main St.
Glasgow
GII 9QX
B004
32 Monse Rd.
Bristol
BS99 QNZ
B005
22 Deer Rd.
London
SWI 4EH
B007
16 Arg yll St.
Abeerdeen
AB2 354

Staff
Staff No
F Name
L Name
Position
Sex
POB
Salary
Branch No
SA 9
Marry
Howe
Assistant
F
01/10/1945
30000
B005
SG 14
David
Ford
Supervisor
M
10/11/1960
12000
B003
SG 37
Ann
Buch
Assistant
F
24/03/1958
18000
B003
SG 5
Susan
Brand
Manager
F
19/02/1970
9000
B007
SL 21
John
White
Manager
M
03/06/1940
24000
B003
SL 41
Julie
Lee
Assistant
F
13/06/1965
9000
B005

Senin, 13 Oktober 2014

INDIVIDU, KELUARGA, DAN MASYARAKAT


1.       PENGERTIAN INDIVIDU, KELUARGA, DAN MASYARAKAT
a.       Individu
Individu berasal dari kata Latin, yaitu “ Individium” yang artinya tak terbagi. Menurut Dr. A. Lysen, kata individu merupakan sebutan yang dapat untuk menyatakan suatu kesatuan yang paling kecil dan terbatas. Kata individu bukan berarti manusia secara keseluruhan yang tak dapat dibagi melainkan sebagai kesatuan yang terbatas yaitu sebagai manusia perseorangan.


b.      Keluarga
Menurut seorang ahli bernama Jhonson R Leny, istilah keluarga berasal dari bahasa sansekerta. Terbentuk dari kata kula dan warga, kulawarga berarti anggota atau kelompok kerabat. Jadi, keluarga bisa diartikan secara bahasa sebagai lingkungan dimana beberapa orang masih memiliki hubungan darah.

Sedangkan menurut Syarif Muhidin, “ Tidak ada satu pun lembaga kemasyarakatan yang lebih efektif di dalam membentuk kepribadian anak selain keluarga. Keluarga tidak hanya membentuk anak secara fisik tetapi juga berpengaruh secara psikologis”.

c.       Masyarakat
Secara umum, masyarakat didefinisikan sebagai sekumpulan manusia yang hidup bersama dan saling mempengaruhi serta bekerjasama untuk memperoleh kepentingan bersama.

Menurut Pieter L. Berger, masyarakat didefinisikan sebagai suatu keseluruhan yang kompleks diantara hubungan manusia yang sifatnya luas. Menurutnya, kompleks disini diartikan bahwa keseluruhan itu terdiri atas bagian-bagian yang membentuk suatu kesatuan.

2.       Fungsi keluarga di dalam ruang lingkup masyarakat
Fungsi keluarga di dalam masyarakat secara khusus, antara lain :
-          Menjaga keharmonisan antarsesama;
-          Membuat stabilitas terhadap seluruh aspek kegiatan masyarakat;
-          Meciptakan suasana kebersamaan yang kuat;
-          Membantu sesama bagi yang memiliki kesulitan;
-          Mengatur perekonomian dalam masyarakat;
-          Memecahkan masalah secara bersama-sama.
Fungsi sebuah keluarga pada umumnya adalah untuk memberikan nilai-nilai dasar kehidupan bermasyarakat pada seorang anak, supaya anak tersebut dapat tumbuh dan berkembang secara normatif di tengah masyarakat.
3.       URBANISASI YANG TERJADI DI INDONESIA
Pertumbuhan atau pertambahan jumlah penduduk dipengaruhi oleh beberapa faktor salah satunya adalah urbanisasi, yang dimaksud urbanisasi adalah pergerakan/perpindahan penduduk dari suatu wilayang ke wilayah lainnya yang disebabkan oleh faktor-faktor seperti perpindahan daerah kesuburan, penyakit, lapangan pekerjaan, ataupun faktor lainnya.
Urbanisasi yang sering terjadi di Indonesia, yakni urbanisasi  yang dilakukan oleh penduduk desa ke kota, dengan maksud untuk mencari pekerjaan yang lebih layak di kota. Hal ini disebebkan oleh terbatasnya lapangan kerja di desa, bias perkotaan atau alokasi sumber daya dalam hal ini aliran dana pembangunan tidak menyentuh pedesaan, serta masalah kemiskinan absolut yang sudah menjadi ciri kehidupan pedesaan.


       Dengan keterbatasan dan kekurangan yang ada di desa tersebut mengakibatkan masyarakat desa pergi ke kota untuk mencari penghidupan yang lebih baik. Namun, hal ini justru menjadi masalah baru bagi kota tersebut, karena dengan makin tingginya arus urbanisasi terjadi tentunya kota akan menjadi semakin padat, kebutuhan akan ruang di kota akan menjadi semakin padat, kebutuhan akan ruang di kota akan menjadi hal yang sangat sulit untuk diatur.
Belum lagi ditambah dengan masalah-masalah lain yang muncul sebagai akibat dari arus urbanisasi yang tinggi, seperti :
-          Terjadinya  peningkatan jumlah penduduk di kota yang sudah tidak sesuai dengan daya dukung lahan di kota;
-          Bertambahnya pencari kerja di kota terutama yang unskill;
-          Makin banyaknya pemukiman kumuh di kota;
-          Tingginya angka kemiskinan dan pengangguran di kota;
-          Meningkatnya angka kriminalitas di kota.
Kegiatan urbanisasi ini dapat dikatakan berhasil apabila penduduk yang pindah dari desa ke kota mendapatkan kehidupan yang lebih baik di kota. Jika lapangan pekerjaan, pemukiman layak huni, pendidikan tinggi, dan kebutuhan pangan dapat dipenuhi dengan baik itu berarti seluruh tujuan melakukan urbanisasi telah berhasil. Namun sebaliknya, jika dengan melakukan urbanisasi masih banyak pengangguran, pemukiman kumuh, banyak anak yang putus sekolah, itu berarti kegiatan urbanisasi yang telah dilakukan orang-orang tersebut tiadalah arti.

Sources :

Jumat, 10 Oktober 2014

PERTUMBUHAN PENDUDUK




1.     Pertumbuhan Penduduk di Dunia Secara Umum

Pertumbuhan penduduk di dunia saat ini berada pada tahap “kritis”. Maksud dari kata “kritis” disini adalah terjadinya kenaikan jumlah penduduk di seluruh belahan dunia, atau sering kita sebut dengan kata “Ledakkan Penduduk”. Angka kelahiran meningkat secara drastis. Peningkatan jumlah penduduk itu pun telah menyebabkan beberapa jenis permasalahan sosial. Tingginya pengangguran, meningkatnya angka kriminalitas, dan kemiskinan merupakan beberapa dampak dari ledakan penduduk yang tengah terjadi saat ini.

Namun, tidak hanya itu permasalahan yang telah terjadi. Buruknya penyebaran penduduk juga menjadi faktor penting yang patut dibicarakan. Masyarakat berbondong-bondong pindah kesuatu lokasi yang mereka anggap dapat menghidupi diri juga keluarganya. Sehingga, kepadatan penduduk terpusat pada satu wilayah saja. Muncullah permasalahan lain pada wilayah padat penduduk tersebut.



  

2.     Pertumbuhan Penduduk di Asia

“Banyak Anak Banyak Rezeki”
Telah sering telinga kita mendengar desas-desus dari slogan tersebut. Hal inilah yang mungkin saja menjadi beban pemerintah dalam menanggulangi permasalahan pertumbuhan penduduk. Bahkan, mungkin masih banyak pula masyarakat yang beranggapan bahwa slogan itu 100% benar adanya.Karena memang, ada pula agama atau kepercayaan yang mempercayai bahwa anak merupakan sumber rezeki sehingga tidak boleh menghambat atau melakukan suatu cara untuk mengahalangi kehadirannya( dalam hal ini yang dimaksud menghalangi adalah program KB ). Padahal, jika dilihat dengan sudut pandang yang berbeda, kita dapat melihat bahwa dengan memiliki banyak anak tentu kita akan membutuhkan biaya hidup yang tidak sedikit pula.
Saat ini, di Indonesia sedang gencar menggalakkan suatu program pemerintah yang disebut dengan KB (Keluarga Berencana) dengan slogannya yang sangat khas yakni “ 2 anak lebih baik “.

Tidak dapat dipungkiri bahwa dengan hanya memiliki 2 anak, kesempatan seorang anak untuk medapatkan kehidupan yang layak dan pendidikan yang tinggi akan menjadi lebih tinggi pula.
Selain dilihat dari jumlah anggota keluarga, pertumbuhan penduduk di Asia juga terjadi karena banyaknya penduduk luar benua Asia yang sengaja pindah ( bermigrasi ) ke Asia untuk mencari kerja. Banyaknya lapangan pekerjaan di Asia menyebabkan banyak orang yang tertarik untuk pindah ke Asia.
Namun, lagi-lagi karena terlalu banyaknya peduduk yang merapat ke Asia, sehingga tidak semua penduduk mendapatkan pekerjaan yang mereka inginkan. Karena, suatu perusahaan juga memiliki batas dalam proses recruitment tenaga kerja.
Ketidak-mampuan suatu perusahaan dalam merekrut seluruh penduduk untuk menjadi tenaga kerjanya menyebabkan sebagian dari mereka yang “kalah bersaing” menjadi seorang yang tidak mempunyai pekerjaan (Pengangguran). Karena keadaan tersebut, banyak kepala keluarga yang tidak dapat memenuhi kebutuhan keluarganya, sehingga muncullah masalah baru yakni kemiskinan. Kemiskinan membuat mereka harus memutar otak untuk mencari kebutuhan perut mereka, beberapa dari mereka menggunakan “cara pintas” untuk keluar dari permasalahan tersebut. Mencuri, merupakan “cara pintas” bagi mereka untuk dapat tetap menghidupi keluarganya. Bertambahlah masalah yang harus ditangani pemerintah yakni dalam masalah Kriminalitas.
Begitu banyak masalah yang muncul yang berawal dari pertumbuhan penduduk yang ekstrem.

3.     Faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan penduduk

Dari penjabaran tentang pertumbuhan penduduk di atas, dapat disimpulkan bahwa pertumbuhan penduduk yang menyebabkan suatu wilayah menjadi sangat padat dapat terjadi karena beberapa faktor, antara lain :
           
a.      Desas-desus
Adanya anggapan “Banyak Anak Banyak Rezeki”




b.     Agama
Adanya kepercayaan bahwa haram hukumnya mengikuti program pembatasan jumlah anak.

c.      Program Pemerintah
Adanya program pemerintah dalam hal pembatasan jumlah anak, contohnya :Keluarga Berencana yang digalakkan oleh BKKBN.

d.     Migrasi
Banyaknya penduduk yang bermigrasi kesuatu wilayah untuk memperbaiki kualitas hidup.

e.      Peluang pekerjaan
Tingginya peluang pekerjaan pada suatu wilayah menyebabkan masyarakat berpindah kewilayah tersebut. Sehingga terjadi ketidak-merataan jumlah penduduk.

Copyright : Jehan Nabilah