Senin, 13 Oktober 2014

INDIVIDU, KELUARGA, DAN MASYARAKAT


1.       PENGERTIAN INDIVIDU, KELUARGA, DAN MASYARAKAT
a.       Individu
Individu berasal dari kata Latin, yaitu “ Individium” yang artinya tak terbagi. Menurut Dr. A. Lysen, kata individu merupakan sebutan yang dapat untuk menyatakan suatu kesatuan yang paling kecil dan terbatas. Kata individu bukan berarti manusia secara keseluruhan yang tak dapat dibagi melainkan sebagai kesatuan yang terbatas yaitu sebagai manusia perseorangan.


b.      Keluarga
Menurut seorang ahli bernama Jhonson R Leny, istilah keluarga berasal dari bahasa sansekerta. Terbentuk dari kata kula dan warga, kulawarga berarti anggota atau kelompok kerabat. Jadi, keluarga bisa diartikan secara bahasa sebagai lingkungan dimana beberapa orang masih memiliki hubungan darah.

Sedangkan menurut Syarif Muhidin, “ Tidak ada satu pun lembaga kemasyarakatan yang lebih efektif di dalam membentuk kepribadian anak selain keluarga. Keluarga tidak hanya membentuk anak secara fisik tetapi juga berpengaruh secara psikologis”.

c.       Masyarakat
Secara umum, masyarakat didefinisikan sebagai sekumpulan manusia yang hidup bersama dan saling mempengaruhi serta bekerjasama untuk memperoleh kepentingan bersama.

Menurut Pieter L. Berger, masyarakat didefinisikan sebagai suatu keseluruhan yang kompleks diantara hubungan manusia yang sifatnya luas. Menurutnya, kompleks disini diartikan bahwa keseluruhan itu terdiri atas bagian-bagian yang membentuk suatu kesatuan.

2.       Fungsi keluarga di dalam ruang lingkup masyarakat
Fungsi keluarga di dalam masyarakat secara khusus, antara lain :
-          Menjaga keharmonisan antarsesama;
-          Membuat stabilitas terhadap seluruh aspek kegiatan masyarakat;
-          Meciptakan suasana kebersamaan yang kuat;
-          Membantu sesama bagi yang memiliki kesulitan;
-          Mengatur perekonomian dalam masyarakat;
-          Memecahkan masalah secara bersama-sama.
Fungsi sebuah keluarga pada umumnya adalah untuk memberikan nilai-nilai dasar kehidupan bermasyarakat pada seorang anak, supaya anak tersebut dapat tumbuh dan berkembang secara normatif di tengah masyarakat.
3.       URBANISASI YANG TERJADI DI INDONESIA
Pertumbuhan atau pertambahan jumlah penduduk dipengaruhi oleh beberapa faktor salah satunya adalah urbanisasi, yang dimaksud urbanisasi adalah pergerakan/perpindahan penduduk dari suatu wilayang ke wilayah lainnya yang disebabkan oleh faktor-faktor seperti perpindahan daerah kesuburan, penyakit, lapangan pekerjaan, ataupun faktor lainnya.
Urbanisasi yang sering terjadi di Indonesia, yakni urbanisasi  yang dilakukan oleh penduduk desa ke kota, dengan maksud untuk mencari pekerjaan yang lebih layak di kota. Hal ini disebebkan oleh terbatasnya lapangan kerja di desa, bias perkotaan atau alokasi sumber daya dalam hal ini aliran dana pembangunan tidak menyentuh pedesaan, serta masalah kemiskinan absolut yang sudah menjadi ciri kehidupan pedesaan.


       Dengan keterbatasan dan kekurangan yang ada di desa tersebut mengakibatkan masyarakat desa pergi ke kota untuk mencari penghidupan yang lebih baik. Namun, hal ini justru menjadi masalah baru bagi kota tersebut, karena dengan makin tingginya arus urbanisasi terjadi tentunya kota akan menjadi semakin padat, kebutuhan akan ruang di kota akan menjadi semakin padat, kebutuhan akan ruang di kota akan menjadi hal yang sangat sulit untuk diatur.
Belum lagi ditambah dengan masalah-masalah lain yang muncul sebagai akibat dari arus urbanisasi yang tinggi, seperti :
-          Terjadinya  peningkatan jumlah penduduk di kota yang sudah tidak sesuai dengan daya dukung lahan di kota;
-          Bertambahnya pencari kerja di kota terutama yang unskill;
-          Makin banyaknya pemukiman kumuh di kota;
-          Tingginya angka kemiskinan dan pengangguran di kota;
-          Meningkatnya angka kriminalitas di kota.
Kegiatan urbanisasi ini dapat dikatakan berhasil apabila penduduk yang pindah dari desa ke kota mendapatkan kehidupan yang lebih baik di kota. Jika lapangan pekerjaan, pemukiman layak huni, pendidikan tinggi, dan kebutuhan pangan dapat dipenuhi dengan baik itu berarti seluruh tujuan melakukan urbanisasi telah berhasil. Namun sebaliknya, jika dengan melakukan urbanisasi masih banyak pengangguran, pemukiman kumuh, banyak anak yang putus sekolah, itu berarti kegiatan urbanisasi yang telah dilakukan orang-orang tersebut tiadalah arti.

Sources :

Jumat, 10 Oktober 2014

PERTUMBUHAN PENDUDUK




1.     Pertumbuhan Penduduk di Dunia Secara Umum

Pertumbuhan penduduk di dunia saat ini berada pada tahap “kritis”. Maksud dari kata “kritis” disini adalah terjadinya kenaikan jumlah penduduk di seluruh belahan dunia, atau sering kita sebut dengan kata “Ledakkan Penduduk”. Angka kelahiran meningkat secara drastis. Peningkatan jumlah penduduk itu pun telah menyebabkan beberapa jenis permasalahan sosial. Tingginya pengangguran, meningkatnya angka kriminalitas, dan kemiskinan merupakan beberapa dampak dari ledakan penduduk yang tengah terjadi saat ini.

Namun, tidak hanya itu permasalahan yang telah terjadi. Buruknya penyebaran penduduk juga menjadi faktor penting yang patut dibicarakan. Masyarakat berbondong-bondong pindah kesuatu lokasi yang mereka anggap dapat menghidupi diri juga keluarganya. Sehingga, kepadatan penduduk terpusat pada satu wilayah saja. Muncullah permasalahan lain pada wilayah padat penduduk tersebut.



  

2.     Pertumbuhan Penduduk di Asia

“Banyak Anak Banyak Rezeki”
Telah sering telinga kita mendengar desas-desus dari slogan tersebut. Hal inilah yang mungkin saja menjadi beban pemerintah dalam menanggulangi permasalahan pertumbuhan penduduk. Bahkan, mungkin masih banyak pula masyarakat yang beranggapan bahwa slogan itu 100% benar adanya.Karena memang, ada pula agama atau kepercayaan yang mempercayai bahwa anak merupakan sumber rezeki sehingga tidak boleh menghambat atau melakukan suatu cara untuk mengahalangi kehadirannya( dalam hal ini yang dimaksud menghalangi adalah program KB ). Padahal, jika dilihat dengan sudut pandang yang berbeda, kita dapat melihat bahwa dengan memiliki banyak anak tentu kita akan membutuhkan biaya hidup yang tidak sedikit pula.
Saat ini, di Indonesia sedang gencar menggalakkan suatu program pemerintah yang disebut dengan KB (Keluarga Berencana) dengan slogannya yang sangat khas yakni “ 2 anak lebih baik “.

Tidak dapat dipungkiri bahwa dengan hanya memiliki 2 anak, kesempatan seorang anak untuk medapatkan kehidupan yang layak dan pendidikan yang tinggi akan menjadi lebih tinggi pula.
Selain dilihat dari jumlah anggota keluarga, pertumbuhan penduduk di Asia juga terjadi karena banyaknya penduduk luar benua Asia yang sengaja pindah ( bermigrasi ) ke Asia untuk mencari kerja. Banyaknya lapangan pekerjaan di Asia menyebabkan banyak orang yang tertarik untuk pindah ke Asia.
Namun, lagi-lagi karena terlalu banyaknya peduduk yang merapat ke Asia, sehingga tidak semua penduduk mendapatkan pekerjaan yang mereka inginkan. Karena, suatu perusahaan juga memiliki batas dalam proses recruitment tenaga kerja.
Ketidak-mampuan suatu perusahaan dalam merekrut seluruh penduduk untuk menjadi tenaga kerjanya menyebabkan sebagian dari mereka yang “kalah bersaing” menjadi seorang yang tidak mempunyai pekerjaan (Pengangguran). Karena keadaan tersebut, banyak kepala keluarga yang tidak dapat memenuhi kebutuhan keluarganya, sehingga muncullah masalah baru yakni kemiskinan. Kemiskinan membuat mereka harus memutar otak untuk mencari kebutuhan perut mereka, beberapa dari mereka menggunakan “cara pintas” untuk keluar dari permasalahan tersebut. Mencuri, merupakan “cara pintas” bagi mereka untuk dapat tetap menghidupi keluarganya. Bertambahlah masalah yang harus ditangani pemerintah yakni dalam masalah Kriminalitas.
Begitu banyak masalah yang muncul yang berawal dari pertumbuhan penduduk yang ekstrem.

3.     Faktor-faktor yang mempengaruhi pertumbuhan penduduk

Dari penjabaran tentang pertumbuhan penduduk di atas, dapat disimpulkan bahwa pertumbuhan penduduk yang menyebabkan suatu wilayah menjadi sangat padat dapat terjadi karena beberapa faktor, antara lain :
           
a.      Desas-desus
Adanya anggapan “Banyak Anak Banyak Rezeki”




b.     Agama
Adanya kepercayaan bahwa haram hukumnya mengikuti program pembatasan jumlah anak.

c.      Program Pemerintah
Adanya program pemerintah dalam hal pembatasan jumlah anak, contohnya :Keluarga Berencana yang digalakkan oleh BKKBN.

d.     Migrasi
Banyaknya penduduk yang bermigrasi kesuatu wilayah untuk memperbaiki kualitas hidup.

e.      Peluang pekerjaan
Tingginya peluang pekerjaan pada suatu wilayah menyebabkan masyarakat berpindah kewilayah tersebut. Sehingga terjadi ketidak-merataan jumlah penduduk.

Copyright : Jehan Nabilah

Senin, 29 September 2014

ILMU SOSIAL DASAR vs ILMU PENGETAHUAN SOSIAL

1.    PENGERTIAN ILMU SOSIAL DASAR ( ISD ) dan ILMU PENGETAHUAN SOSIAL ( IPS )

            Ilmu Sosial Dasar ( ISD ) adalah pengetahuan yang menelaah masalah-masalah sosial, khususnya yang di wujudkan oleh masyarakat Indonesia    dengan menggunakan pengertian –pengertian (fakta, konsep, teori) yang berasal dari berbagai bidang pengetahuan keahlian dalam lapangan ilmu-ilmu sosial, seperti : sejarah, ekonomi, geografi sosial, sosiologi, antropologi, psikologi sosial.
Adapun pengertian Ilmu Sosial Dasar menurut para ahli adalah sebagai berikut :

a.     LEWIS
Menurut Lewis, Ilmu Sosial Dasar adalah sesuatu yang dicapai, dihasilkan dan ditetapkan dalam interaksi sehari-hari antara warga negara dan pemerintahannya.

b.    KEITH JACOBS
Sedangkan menurut Keith Jacobs, Ilmu Sosial Dasar adalah sesuatu yang dibangun dan terjadi dalam sebuah situs komunitas.

c.      ENDA M. C
Menurut Enda, Ilmu Sosial Dasar adalah cara tentang bagaimana para individu saling berhubungan

           Sedangkan Ilmu Pengetahuan Sosial ( IPS ) atau social studies merupakan pengetahuan mengenai segala sesuatu yang berhubungan dengan  masyarakat.



2.     PERSAMAAN ILMU SOSIAL DASAR dan ILMU PENGETAHUAN SOSIAL

-         Keduanya sama-sama merupakan bahan studi untuk kepentingan program pendidikan/pengajaran.

-         Keduanya bukan berada dalam disiplin ilmu yang berdiri sendiri.

-    Keduanya mempunyai materi yang terdiri dari fakta sosial dan masalah sosial.

3.    PERBEDAAN ILMU SOSIAL DASAR dan ILMU PENGETAHUAN SOSIAL

ISD
IPS
      Disiplin ilmu yang diberikan / disampaikan di jenjang Perguruan Tinggi
     Disiplin ilmu yang diberikan / disampaikan di Sekolah Dasar sampai Sekolah Menengah Atas
     Merupakan mata kuliah tunggal
       Merupakan kelompok dari sejumlah mata pelajaran
     Lebih tertuju kepada pembentukan sikap dan kepribadian
     Diarahkan kepada pembentukan pengetahuan dan ketrampilan intelektual.